Photobucket

Sunday, February 13, 2011

SUSAH ITU TARBIYAH, MARAH ITU MUDAH, SABAR ITU INDAH




Oleh: Zamri BKASS
Pagi-pagi lagi sudah dikejutkan dengan deringan telefon bimbit. Rupa-rupanya pesanan ringkas daripada kawan yang duduk satu rumah dahulu semasa di Universiti Malaya.
Lama sudah tidak berhubung sebenarnya, pelik juga tiba-tiba sahaja dapat pesanan ringkas ‘sms’ daripadanya.
“Zam, doa apa yang hang baca dulu masa lap top hang kena curi?”
Begitu lebih kurang sms yang dihantar kepada saya.
Saya agak sibuk ketika itu,jadi saya hanya menjawab pertanyaannya tanpa banyak soal.
Timbul juga pertanyaan dalam hati kecil saya, musibah apa pula yang menimpanya . Kadang-kadang orang menceritakan kepada kita yang mereka sedang berhadapan dengan masalah tanpa mahu menceritakan apakah masalah yang dihadapi kerana dengan cara itu membuatkan hati dan fikiran mereka sedikit lega. Saya tidak mahu bertanya, takut pula dikatakan ‘suka menjaga tepi kain orang.’
Lap top Kena Curi
Rupanya dia masih ingat lagi cerita lap top saya dicuri satu ketika dahulu.
Lap top yang baru dibeli tidak sampai sebulan, dicuri ketika saya keluar untuk bertemu seorang kawan daripada Indonesia di kafe APIUM. Sebelum keluar memang rasa nak bawa dah lap top tu. Sekejap nak bawa, sekejap rasa malas, hati saya berbelah bagi beberapa kali.
Dalam perjalanan balik, hati memang asyik teringatkan lap top. Sampai sahaja di rumah, cari lap top tak jumpa… Bertenang sekejap, cari balik… Tidak jumpa juga. Sah, kena curi dah ni.
Saya hanya menggelengkan kepala, tersenyum dalam payah, seraya melafazkan doa tersebut.
Saya dapat merasakan ketenangan dan redha dengan apa yang berlaku sebenarnya anugerah Allah yang amat berharga.
Hadiah Daripada ALLAH
Seminggu lepas kejadian itu, ada pula hamba ALLAH yang tahu saya kehilangan lap top memberikan saya RM 2500 untuk membeli lap top baru.
ALLAHU AKBAR!
Lap top yang dicuri itu hanya berharga RM 1900, dapat yang lebih baik. Tidak pernah terfikir untuk saya membeli lap top semahal itu. Pada saya, asal boleh guna cukuplah tetapi oleh kerana duit itu diberi kepada saya khusus untuk membeli lap top, saya membeli lap top baru yang jauh lebih baik daripada yang dicuri dahulu. Ini saya rasakan hadiah daripada ALLAH kerana saya bersabar dengan ujian-Nya. ALLAHU AKBAR, ini baru ganjaran dunia.
Bersabarlah Wahai Teman!
Selang seminggu, saya berjumpa dengan kawan saya tadi. Dia cerita sejak akhir-akhir ini banyak sangat masalah. Melibatkan kewangan terutamanya.
Hutang bank~personal loan~, hutang kereta, cermin depan kereta pula pecah.
Dia banyak terlibat dengan MLM/Skim dan sebagainya
“Tapi benda ni mematangkan aku”(Masalah kewangan)
“Lepas ni datang la apa pun depan aku, aku tak hairan dah. Mana ada nak kaya cepat ni”
Saya hanya tersenyum, di dalam hati bersyukur ALLAH masih memberikan kesabaran di dalam hatinya.
Berapa ramai orang seperti kawan saya itu? Bila berhadapan dengan masalah yang amat berat masih boleh think positive, merujuk pula orang tertentu untuk minta nasihat dan meminta doa jika ada.
Berapa ramai yang putus asa kemudian diam-diam dalam hati menyalahkan takdir?
Itulah manusia, memuji ALLAH dan mengatakan ALLAH telah memuliakannya apabila diberi kesenangan tetapi merungut dan mempersoalkan tindakan ALLAH apabila diri dirundung malang dan kesempitan.
Moga kita termasuk dalam golongan mereka yang beryukur bila mendapat nikmat, bersabar dan bersyukur bila ditimpa musibah.
Doa Ketika Ditimpa Musibah
1) Doa untuk mereka yang berhadapan dengan Musibah
Innalillahi wa inna ilaihi rajiu’un. Allahumma jurni fi musibati wakhluf li khaira minha
“Sesungguhnya kami milik Allah, kepada-Nya kami akan kembali. Ya ALLAH berilah pahala kepadaku dan gantilah untukku dengan yang lebih baik daripada musibahku”~Riwayat Muslim~
2) Doa memohon agar kita menjadi hamba-Nya yang sentiasa redha.
“Ya ALLAH, Jadikanlah aku hamba-Mu yang sentiasa redha dengan qada’-Mu, berkatilah aku setiap apa yang telah Kau takdirkan ke atas aku sehingga aku tidak suka meminta dipercepatkan apa yang Kau takdirkan lambat untukku dan melambatkan apa yang telah Kau percepatkan untukku.
INGATLAH!
Ingatlah janji ALLAH kepada mereka yang bersabar menghadapi ujian daripada-Nya di dalam surah al-Baqarah ayat 155-157:
Dan sungguh akan Kami berikan cubaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”
Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.
Ingatlah, marah itu mudah! Kita mudah naik marah tanpa memikirkan akibatnya. Kita marah sehingga bisa mengguris hati orang lain, kehilangan kawan, dibenci oleh kawan sehingga dipinggirkan. Lebih teruk lagi apabila kita marah dengan musibah yang menimpa diri sehingga kadang-kala mempersoalkan qadar dan qada’ ALLAH sehingga akhirnya menjadi hamba yang derhaka, nauzubiLLAH
Dan Ingatlah,sabar itu terlalu indah! Selain mendapat kelebihan yang dijanjikan ALLAH, hati kita akan lebih tenang, jiwa akan tenteram.Sesungguhnya mengingati ALLAH dalam setiap keadaan akan memberikan ketenangan jiwa.
Dipetik dan dikemaskini daripada:
www.zamry.com

PEMIMPIN!!!




Orang Muslim juga beriman kepada kewajiban taat kepada para pemimpin kaum Muslimin, hormat pada mereka, berjihad bersama mereka, shalat di belakang mereka, dan haram membelot dari mereka. Oleh karena itu, terhadap mereka, orang Mukmin memberlakukan etika khusus.
Terhadap pemimpin kaum Muslimin, maka seorang Muslim:


  1. Berpendapat bahwa hukumnya wajib patuh kepada mereka, berdasarkan dalil-dalil yang ada, misalnya:

    Firman Allah, 
    "Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kalian." (An-Nisa': 59).

    Sabda Rasulullah saw., 
    "Barangsiapa taat kepadaku, ia taat kepada Allah. Barangsiapa bermaksiat kepadaku, ia bermaksiat kepada Allah. Barangsiapa taat kepada pemimpinku, ia taat kepadaku. Dan barangsiapa bermaksiat kepada pemimpinku, ia bermaksiat kepadaku." (Muttafaq Alaih)

    Namun ia tidak berpendapat wajib mentaati mereka dalam maksiat kepada Allah Ta'ala, karena taat kepada Allah Ta'ala wajib tetap didahulukan atas taat kepada mereka berdasarkan dalil-dalil yang ada, misalnya:

    Firman Allah Ta'ala, 
    "Dan mereka tidak bermaksiat kepadamu dalam kebaikan." (Al-Mumtahinah: 12).

    Rasulullah saw. bersabda, 
    "Sesungguhnya ketaatan itu pada kebaikan." (Muttafaq Alaih). "Tidak ada kewajiban taat pada makhluk dalam maksiat kepada Allah." (Diriwayatkan Ahmad dan Al-Hakim menshahihkan hadits ini). "Mendengar dan taat diwajibkan kepada orang Muslim dalam apa yang ia sukai dan benci, selagi ia tidak disuruh bermaksiat. Jika ia disuruh bermaksiat, ia tidak wajib mendengar dan taat." (Muttafaq Alaih).
  2. Berpendapat bahwa hukumnya haram membelot dari mereka, atau mengumumkan pembangkangan terhadap mereka. Karena, tindakan tersebut memecah tongkat ketaatan kepada pemimpin kaum Muslimin, berdasarkan sabda Rasulullah berikut: "Barang siapa tidak menyukai sesuatu pada pemimpin, hendaklah ia bersabar, karena barangsiapa keluar dari pemimpin sejengkal saja, ia mati dalam keadaan mati jahiliyah." (Muttafaq Alaih). "Barangsiapa menghina pemimpin (Muslim), maka Allah menghinanya." (Diriwayatkan At-Tirmidzi dan ia menghasankan hadits ini).
  3. Mendoakan mereka mendapatkan kebaikan, petunjuk, bimbingan, terjaga dari keburukan, dan terjaga dari jatuh ke dalam kesalahan. Sebab, kebaikan umat ditentukan oleh kebaikan mereka. Ia harus menasihati mereka (pemimpin) tanpa bermaksud menghina, atau mencerca kehormatannya, karena sabda Rasulullah saw., "Agama adalah nasihat." Kami bertanya, "Untuk siapa?" Rasulullah saw. bersabda, "Untuk Allah, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, para pemimpin kaum Muslimin, dan kaum Muslimin secara umum." (HR Muslim).
  4. Berjihad bersama mereka dan shalat di belakang mereka, kendati mereka fasik atau mengerjakan hal-hal yang diharamkan yang bukan termasuk kekafiran, berdasarkan dalil-dalil seperti berikut:

    Sabda Rasulullah saw. kepada orang yang bertanya beliau tentang hukum taat kepada peimimpin yang buruk, 
    "Dengarkan dan taatlah, mereka berkewajiban terhadap apa yang dibebankan kepada mereka dan kalian berkewjiban terhadap apa yang dibebankan kepada kalian." (Diriwayatkan Muslim).

    Ucapan Ubadah bin Ash-Shamit 
    Radhiyallahu Anhu, "Kita berbaiat pada Rasulullah saw. untuk mendengar dan taat di saat kami giat, atau kami tidak giat, di saat kesulitan kita atau kemudahan kita, dan kita tidak memperebutkan sesuatu dengan pemiliknya." Rasulullah saw. juga bersabda, "Kecuali jika kalian melihat kekafiran yang terang-terangan dan kalian di dalamnya mempunyai dalil dari Allah."(Diriwayatkan Muslim).
Sumber: Diadaptasi dari Abu Bakr Jabir al-Jazairi, Minhaajul Muslim, atau Ensiklopedi Muslim: Minhajul Muslim, terj. Fadhli Bahri (Darul Falah, 2002), hlm. 101-104.

Sunday, January 23, 2011

WAHAI KAWAN-KAWAN

Wahai kawan-kawan
Mari sembah ALLAH
Wahai kawan-kawan
Mari ikut Rasulullah
(3x)

Wahai kawan-kawan
Mari berukhwah
Wahai kawan-kawan
Mari kita bina ummah
(3x)

Wahai kawan-kawan
Mari kita berdakwah
Wahai kawan-kawan
Ini dia jalan ALLAH
(3x)

Wahai kawan-kawan
Mari mujahadah
Wahai kawan-kawan
Jangan mudah menyerah kalah
(3x)

Wahai kawan-kawan
Mari sembah ALLAH
Wahai kawan-kawan
Mari ikut Rasulullah
(2x)

Wahai kawan-kawan
Mari berukhwah
Wahai kawan-kawan
Mari kita bina ummah

Wahai kawan-kawan
Mari kita berdakwah
Wahai kawan-kawan
Ini dia jalan ALLAH

Wahai kawan-kawan
Mari mujahadah
Wahai kawan-kawan
Jangan mudah menyerah kalah

Wahai kawan-kawan
Mari sembah ALLAH
Wahai kawan-kawan
Mari ikut Rasulullah

Wahai kawan-kawan
Mari berukhwah
Wahai kawan-kawan
Mari kita bina ummah

Wahai kawan-kawan
Mari kita berdakwah
Wahai kawan-kawan
Ini dia jalan ALLAH

Wahai kawan-kawan
Mari mujahadah
Wahai kawan-kawan
Jangan mudah menyerah kalah

Wahai kawan-kawan
Mari sembah ALLAH
Wahai kawan-kawan
Mari ikut Rasulullah

Wahai kawan-kawan
Mari berukhwah
Wahai kawan-kawan
Mari kita bina ummah

Wahai kawan-kawan
Mari kita berdakwah
Wahai kawan-kawan
Ini dia jalan ALLAH

Wahai kawan-kawan
Mari mujahadah
Wahai kawan-kawan
Jangan mudah menyerah kalah
Lirik Wahai Kawan - Raihan @ Lirikami


Read more: 
http://www.liriklagumuzik.co.cc/2008/12/lirik-wahai-kawan-raihan.html#ixzz1Bmjsrgot

Monday, January 17, 2011

KISAH GADIS BUTA, TULI & BISU


Nur Annisa, seorang gadis yang baru menginjak dewasa tetapi agak kasar dan suka berkelakuan seperti lelaki. Ketika usianya mencecah 17 tahun, perkembangan tingkah lakunya benar-benar
membimbangkan ibu.Dia sering membawa teman-teman lelakinya pulang ke rumah.Situasi ini menyebabkan ibu tidak senang tambahan pula ibu
merupakan guru al-Quran.

Bagi mengelakkan pergaulan yang terlalu bebas, ibu telah meminta adik memakai tudung.Permintaan ibu itu ditolaknya sehingga seringkali berlaku pertengkaran-pertengkaran kecil antara mereka. Pernah pada suatu masa, adik berkata
dengan suara yang agak keras, "cuba mama tengok, jiran-jiran kita pun ada yang anaknya pakai tudung, tapi perangainya sama je macam orang yang tak pakai tudung. Sampai kawan-kawan ani kat sekolah, yang pakai tudung pun selalu keluar dating dengan boyfriend diorang, pegang-pegang tangan. Ani ni, walaupun tak pakai tudung, tak pernah buat macam tu!"

Ibu hanya mampu mengelus mendengar kata-kata adik.Kadang kala saya terlihat ibu menangis di akhir malam.Dalam qiamullailnya. Terdengar lirik doanya "Ya Allah, kenalkan Annisa dengan hukumMu".

Pada satu hari ada jiran yang baru pindah berhampiran rumah kami.Sebuah keluarga yang mempunyai enam orang anak yang masih kecil. Suaminya bernama Abu khoiri, (nama sebenarnya tak dapat dipastikan).Saya mengenalinya sewaktu di masjid. Setelah beberapa lama mereka tinggal berhampiran rumah kami,timbul desas desus mengenai isteri Abu Khoiri yang tidak pernah
keluar rumah, hingga ada yang menggelarnya si buta, bisu dan tuli.

Perkara ini telah sampai ke pengetahuan adik. Dia bertanya kepada saya,"abang, betul ke orang yang baru pindah itu, isterinya buta, bisu dan tuli?"

Lalu saya menjawab sambil lewa,"kalau nak tau sangat,pergi rumah mereka, tanya sendiri" Rupa-rupanya adik mengambil serius kata-kata saya dan benar-benar pergi ke rumah Abu Khoiri.

Sekembalinya dari rumah mereka,saya melihat perubahan yang benar-benar mendadak berlaku pada wajah adik.Wajahnya yang tak pernah muram menjadi pucat lesi.Entah apa yang dah berlaku?Namun, selang dua hari kemudian,dia
minta ibu buatkan tudung.Tudung yang labuh. Adik pakai baju labuh.Lengan panjang pula tu.Saya sendiri jadi bingung.Bingung campur syukur kepada Allah SWT kerana saya melihat perubahan yang ajaib..ya, saya katakan ajaib kerana dia berubah seratus peratus!

Tiada lagi anak-anak muda atau teman-teman bercakap perkara-perkara yang tidak tentu arah. Saya lihat, dia banyak merenung, banyak baca majalah Islam (biasanya dia suka beli majalah hiburan), dan saya lihat ibadahnya pun melebihi
saya sendiri.Tak tinggal tahajudnya,baca Qur'annya, solat sunatnya.dan lebih menakjubkan lagi, bila kawan-kawan saya datang, dia menundukkan pandangan.Segala puji bagi Engkau Ya Allah! jerit hati saya..

Tidak lama kemudian, saya mendapat panggilan untuk bekerja di kalimantan, kerja di satu perusahaan minyak CALTEX. Dua bulan saya bekerja di sana, saya mendapat khabar bahawa adik sakit tenat hingga ibu memanggil saya pulang ke rumah.Dalam perjalanan, saya tak henti-henti berdoa kepada Allah SWT agar adik disembuhkan, hanya itu yang mampu saya usahakan.Ketika saya sampai di rumah..didepan pintu sudah ramai orang.hati berdebar-debar, tak dapat ditahan.saya berlari masuk ke dalam rumah.Saya lihat ibu menangis.Saya segera menghampiri ibu lantas memeluknya.Dalam esak tangis, ibu memberitahu, "Dhi, adik boleh mengucapkan kalimat Syahadah diakhir hidupnya".Air mata ini
tak dapat ditahan lagi.

Setelah selesai upacara pengkebumian dan lain-lainnya, saya masuk ke bilik adik. Saya lihat di atas mejanya terletak sebuah diari.Diari yang selalu adik tulis. Diari tempat adik menghabiskan waktunya sebelum tidur semasa hayatnya.
Kemudian diari itu saya buka sehelai demi sehelai.Hingga sampai pada satu halaman yang menguak misteri dan pertanyaan.

..Perubahan yang terjadi ketika adik baru pulang dari rumah Abukhoiri.Disitu tertera soaljawab antara adik dan isteri jiran kami itu.Butirannya seperti ini:

Soaljawab (saya lihat di lembaran itu terdapat banyak bekas airmata)
Annisa : aku hairan,wajah wanita ini cerah dan bersinar seperti bidadari "mak cik.. wajah mak cik sangat muda dan cantik"

Isteri jiranku : Alhamdulillah.Sesungguhnya kecantikan itu datang dari lubuk hati.
Annisa : Tapi mak cik kan dah ada anak 6.tapi masih kelihatan cantik Isteri jiranku : Subhanallah..sesungguhnya keindahan itu milik Allah SWT.
Dan bila Allah SWT berkehendak?siapakah yang boleh menolaknya?

Annisa : Mak Cik.Selama ini ibu saya selalu meminta saya memakai tudung,tapi saya selalu menolak kerana saya rasa tak ada masalah kalau saya tak pakai tudung asalkan saya berkelakuan baik.Saya tengok, banyak wanita yang pakai
tudung tapi kelakuannya melebihi kami yang tak pakai.sampaikan saya tak pernah rasa nak pakai tudung.pendapat mak cik bagaimana?

Isteri jiranku : Anisa, sesungguhnya Allah SWT menjadikan seluruh tubuh wanita ini perhiasan dari hujung rambut hingga hujung kaki,segala sesuatu dari tubuh kita yang terlihat oleh bukan muhrim kita semuanya akan dipertanggungjawabkan
dihadapan Allah SWT nanti, tudung adalah perlindungan untuk wanita ..

Annisa : tapi yang saya tengok, banyak wanita bertudung yang kelakuannya tak elok..

Isteri jiranku : Tudung hanyalah kain , tapi hakikat atau makna disebalik tudung itu sendiri yang harus kita fahami.

Annisa : apakah hakikat tudung ?

Isteri jiranku : Hakikat tudung adalah perlindungan zahir batin,lindungi mata kamu dari memandang lelaki yang bukan muhrim kamu,lindungi lidah kamu dari mengumpat orang dan bercakap perkara yang sia-sia,sentiasalah lazimi lidah dengan zikrullah, lindungi telinga kamu dari mendengar perkara yang mengundang mudharat baik untuk dirimu mahupun masyarakat,lindungi hidungmu
dari mencium segala yang berbau busuk, lindungi tangan-tangan kamu dari berbuat sesuatu yang tidak senonoh, lindungi kaki kamu dari melangkah
menuju maksiat, lindungi fikiran kamu dari berfikir perkara yang mengundang syaitan untuk memdayai nafsu kamu, lindungi hati kamu dari sesuatu selain Allah SWT,bila kamu sudah biasa,maka tudung yang kamu pakai akn menyinari hati
kamu.Itulah hakikat tudung

Annisa : mak cik, sekarang saya sudah jelas tentang erti tudung.Mudah mudahan saya mampu pakai tudung.Tapi,bagaimanaana saya nak buat semua tu?

Isteri jiranku : Duhai nisa, bila kamu memakai tudung, itulah kurniaan dan rahmat yang datang dari Allah SWT yang Maha Pemberi Rahmat,bila kamu mensyukuri rahmat itu, kamu akan diberi kekuatan untuk melaksanakan amalan
amanlan 'tudung' hingga mencapai kesempurnaan yang diinginkan Allah SWT.Duhai nisa,ingatlah akan satu hari di mana seluruh manusia akan
dibangkitkan.ketika ditiup sangkakala yang kedua.pada saat roh-roh manusia seperti anai-anai yang bertebaran dan dikumpulkan dalam satu padang yang tiada batas, yang tanahnya dari logam yang panas, tiada rumput mahupun
tumbuhan,ketika tujuh matahari didekatkan di atas kepala kita namun keadaan gelap gelita, ketika seluruh manusia ketakutan, ketika ibu tidak mempedulikan anaknya,anak tidak mempedulikan ibunya,sanak-saudara tidak kenal satu sama lain lagi,antara satu sama lain boleh menjadi musuh lantaran satu kebaikan lebih berharga dari segala sesuatu yang ada di alam ini,ketika manusia berbaris dengan barisan yang panjang dan masing masing hanya mempedulikan nasib dirinya, dan pada saat itu ada yang berpeluh kerana rasa takut yang luar biasa hingga tenggelam dirinya akibat peluh yang banyak, dan betenggelam dirinya
akibat peluh yang banyak, dan bermacam macam rupa-rupa bentuk manusia yang tergantung amalannya , ada yang melihat ketika hidupnya namun buta ketika dibangkitkan,ada yang berbentuk seperti haiwan, ada yang berbentuk
seperti syaitan, semuanya menangis..menangis kerana hari itu Allah SWT murka..belum pernah Allah SWT...

...belum pernah Allah SWT murka sebelum dan sesudah hari itu.Hingga ribuan tahun manusia dibiarkan Allah SWT di padang mahsyar yang panas membara hinggalah sampai ke Timbangan Mizan. Hari itulah dipanggil hari Hisab.Duhai
Annisa, bila kita tidak berusaha untuk beramal pada hari ini, entah dengan apa nanti kita akan menjawab bila kita di tanya oleh Yang Maha Perkasa, Yang Maha Besar , Yang Maha Kuat , Yang Maha Agung. . Allah SWT ...

Sampai di sini sahaja kisah itu saya baca kerana di sini tulisannya terhenti dan saya lihat banyak titisan airmata yang jatuh dari pelupuk matanya..

Subhanallah .Saya selak halaman berikutnya dan saya lihat tertera tulisan kecil dibawah tulisan itu "buta , tuli dan bisu.. wanita yang tidak pernah melihat lelaki selain muhrimnya , wanita yang tidak pernah mahu mendengar perkara yang dapat mengundang murka Allah SWT ,wanita tidak pernah berbicara ghibah dan segala sesuatu yang mengundang dosa dan sia sia"

Tak tahan airmata ini pun jatuh.Semoga Allah SWT menerima Anissa disisiNya..Amin Ya Rabbal alamin.....